Radikal Bebas Penyebab Disfungsi Ereksi

Radikal Bebas Penyebab Disfungsi Ereksi

image

Faktor penyebab Disfungsi Ereksi antara lain Diabetes Mellitus ( 50 % ). Hipertensi, Merokok, Obesitas ( kegemukan ) dan kolesterol tinggi ( 40 % ). Hampir semua faktor resiko penyebabnya penyakit jantung koroner merupakan faktor resiko terjadinya Disfungsi Ereksi. Beberapa jenis obat, seperti obat hipertensi atau penurun kadar kolesterol, juga bisa menjadi penyebab terjadinya Disfungsi Ereksi.

Penyebab lainnya adalah faktor fisik dan psikis. Banyak pria yang menderita impotensi karena gabungan kedua faktor tersebut. Hal ini dikarenakan banyak kaum pria yang masih malu untuk menceritakan masalah tersebut kepada orang lain. Bahkan mereka cenderung menyimpannya sendiri. Akibatnya, penyebab fisik impotensi tersebut kerap kali dibarengi oleh masalah psikis.

Faktor Fisik Penyabab Disfungsi Ereksi

  1. Gangguan aliran darah. Berbagai daerah penyakit yang dapat mengurangi aliran darah ke penis, meliputi hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes (kencing manis).
  2. Gangguan persarafan. Keadaan yang dapat mengurangi atau menghambat hantaran saraf ke penis antara lain : diabetes, cedera tulang belakang pembedahan daerah panggul, kecanduan alkohol, rusaknya saraf karena penyakit kelamin, atau akibat pembengkakan saraf-saraf yang terjadi karena penyakit difteri.
  3. Gangguan hormonal. Kaedaan yang mengganggu keseimbangan hormon, misalnya : disfungsi testis (buah zakar ), penyakit ginjal, liver, dan kecanduan alkohol.
  4. Obat-obatan. Obat-obatan yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi adalah : obat antihipertensi (obat tekanan darah tinggi), antidepresi, tranquilizer (obat penenang), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air seni), simetidin (obat maag), obat penurun berat badan, alkohol, opiat, heroin, amfetamin dan nikotin / rokok.

Faktor Psikis Penyebab Disfungsi Ereksi

  1. Stress. Karena masalah pekerjaan, pergaulan, atau pun masalah keuangan dapat menyebabkan gangguan ereksi. saat seseorang pria sedang dalam kondisi tegang, semakin keras ia berusaha untuk berereksi, semakin buruk pula hasil yang dicapai (stress).
  2. Depresi. Depresi dapat mengurangi tenaga dan menurunkan kemampuan seksual pria. Seorang pria yang depresi biasanya tidak mampu memperoleh ereksi. Kondisi ini akan memperburuk depresinya.
  3. Kecemasan. Rasa cemas memainkan peranan penting dalam proses terjadinya impotensi, diantaranya cemas akan kemampuan untuk berereksi, maupun keraguan untuk bisa memuaskan pasangan. Biasanya hal ini dialami kaum pria pada saat-saat tertentu. Rasa takut terhadap kegagalan akan menimbulkan ketegangan, dan menghambat terjadinya ereksi. Bila terjadi terus-menerus, pria tersebut bisa menderita impotensi.
  4. Informasi yang keliru mengenai seks. Seorang pria yang mendapatkan pendidikan seks negatif, akan menganggap segala sesuatu yang berkaitan dengan seks adalah perbuatan yang kotor. Atau seorang pria yang dibesarkan dalam lingkungan yang memiliki pemikiran keliru tentang seks, sering merasa rendah dari dirinya. Pria tersebut menjadi impoten bila berhubungan seksual dengan isterinya, tetapi tidak demikian halnya jika ia berhubungan dengan wanita lain. keadaan ini sering mendorongnya untuk melakukan penyelewengan seksual dengan wanita lain

Posted on 8 Desember 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: